Jakarta Utara –  Strada Komplek Jalan Deli yang tergabung dalam dua unit sekolah, yaitu SD Strada St. Fransiskus Xaverius dan SMP Strada St. Fransiskus Xaverius 1 telah sukses menyelengarakan kegiatan tahunan yang dikemas rapi dalam Karnaval Budaya dan Pensi yang sungguh meriah dalam keberagaman. Kegiatan ini mengangkat tema besar Maha Karya Nusantara Yang bertempat di Jalan Deli, Koja, Jakarata Utara.

Karnaval dan Pensi ini diikuti oleh siswa-siswi SD dan SMP Strada St. FX serta bapak/ibu guru dan karyawan sekolah. Kegiatan dimulai dengan Karnaval Budaya yang dibuka langsung oleh Bapak Wahyu  selaku pengawas SD dan SMP Strada cabang Jakarta Utara dan Timur. Pembukaan Karnaval ditandai dengan pemotongan pita oleh Pak Wahyu didampingi oleh Ibu Betty selaku kepala SD Strada St. FX dan Ibu Agustinuk selaku kepala SMP Strada St. FX 1.

 

Karnaval Budaya dikonsep dengan berjalan kaki bersama, seluruh peserta mengenakan pakaian adat daerah dari bebagai daerah dan budaya  di Indonesia. Rute yang diambil tidak terlalu jauh dari komplek persekolahan di jalan Deli Koja Jakarta Utara. Dimulai dari depan gerbang sekolah jalan Deli menuju jalan Cikijang Timur, kemudian berputar menuju jalan Sindang dan Kembali ke jalan Deli dengan durasi 90 menit perjalanan.

Karnaval tampil meriah dan memukau dengan diiringin pertunjukan Barongsai pada barisan paling depan, disusul barisan panjang dua baris peserta didik SD dan SMP yang tampil mengenakan pakaian adat daerah serentak dengan sorak sorai mereka sepanjang perjalanan. Pada barisan belakang ada enam buah odong-odong yang diisi penuh oleh peserta didik SD dan ikut serta juga orang tua murid sebagai perwakilan. Setiap odong-odong tampil dengan menarik, warna-warni, suara musik dan terompet dari masing-masing odong-odong sepanjang jalan.

 

Karnaval ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar-unit sekolah (SD dan SMP) di lingkungan Komplek Deli. Kegiatan ini menumbuhkan rasa memiliki yang kuat di kalangan siswa, guru, dan karyawan sebagai bagian dari keluarga besar Strada.

Kesuksesan acara yang melibatkan masyarakat sekitar Koja dan Jakarta Utara berfungsi sebagai sarana promosi (branding) yang efektif. Hal ini menunjukkan kepada orang tua calon murid bahwa sekolah tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif dalam pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas siswa.

 

Karnaval memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri di luar kegiatan rutin belajar-mengajar. Manfaatnya meliputi, Seni Pertunjukan melatih keberanian tampil di pawai. Kreativitas Keterampilan dalam menghias atribut atau properti karnaval. Kepemimpinan, melatih kemandirian dan kerja sama dalam kelompok selama persiapan.

Setelah karnaval usai, kegiatan dilanjutkan dengan Pentas Seni (Pensi) yang bertempat di lapangan utama sekolah. Di sana, sebuah panggung megah telah berdiri kokoh menyambut acara. Pensi ini dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari peserta didik SD, SMP, hingga para alumni yang turut hadir menyemarakkan suasana. Para alumni, misalnya, tampil memukau dengan suguhan musik band mereka.

SD Strada FX turut menampilkan ragam budaya, mulai dari Tari Papua, Tari Piring, Tari Saman, nyanyian lagu Nusantara, Dance Rude, Tari Wonderland Indonesia, hingga Tari Tabelo. Di sela-sela pertunjukan tersebut, acara juga diisi dengan pembagian doorprize. Setelah penampilan dari tingkat SD selesai, grup Blue Band tampil dengan sangat memukau, yang kemudian dilanjutkan oleh pertunjukan Barongsai yang luar biasa. Seluruh penonton berkumpul merapat dan bersorak sorai; kehadiran dua barongsai tersebut benar-benar membakar semangat para peserta pensi.

 

Acara terus berlanjut dengan berbagai penampilan meriah lainnya, seperti solo vokal dari Angela Lucille serta Fashion Show dari kelas 9. Selain itu, siswa kelas 7 dan 8 juga menampilkan pertunjukan budaya daerah sesuai dengan tema yang telah disepakati sebelumnya.

Pensi merupakan panggung bagi peserta didik (mulai dari SD hingga SMP) untuk menunjukkan bakat di luar bidang akademik. Di lingkungan Strada yang menjunjung tinggi pengembangan potensi utuh manusia, Pensi bermakna sebagai ruang di mana siswa belajar untuk berani tampil, percaya diri, dan menghargai proses latihan yang panjang sebelum akhirnya tampil di depan publik.

Kehadiran tarian daerah seperti Tari Papua, Saman, hingga Barongsai dalam Pensi di Strada Deli menunjukkan bahwa acara ini bermakna sebagai benteng pelestarian budaya. Di tengah arus modernisasi di Jakarta Utara, sekolah berperan menanamkan rasa cinta tanah air kepada siswa melalui seni pertunjukan Nusantara.

Bagi Strada Kompleks Deli, Pensi bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah selebrasi edukatif yang merayakan kreativitas, keberagaman budaya, dan persaudaraan yang kokoh di tengah masyarakat Koja yang dinamis.

 

Sebarkan artikel ini