Oleh: Adel Kalibar
SAFAXOE NEWS – Pembekalan Pengurus OSIS dan MPK (PPOM) SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius 1 telah terlaksana pada 7 – 8 November 2025 yang bertempat di sekolah atau di aula sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini mengharuskan anak-anak pengurus inti OSIS dan MPK yang juga melibatkan bapak dan ibu guru serta karyawan sekolah untuk menginap di sekolah selama satu malam.
PPOM dibuka langsung oleh kepala SMP Strada St. Fransiskus Xaverius 1 Ibu Rachmi Agustinuk. Dalam sambutannya Bu Agustin memberikan semangat untuk mengikuti kegiatan PPOM selama dua hari ke depan. “Semangat dan selamat mengikuti pembekalan ini, kegiatan ini sangat baik untuk kalian dalam menyusun program kerja dan menjalankannya. Bekerjasamalah dengan baik antara pengurus OSIS dan MPK karena kalian satu organisasi,” ujar Bu Agustin.
Materi pembekalan hari pertama, yaitu Spiritualitas Pengembangan OSIS dibawakan langsung oleh Ibu Agustin selaku kepala sekolah, Nasionalisme oleh Bu Irene dan Bu Maria, Dinamika Kelompok oleh Miss Naomi dan Bu Anna serta panitia dalam bentuk games, Public Speaking dalam bentuk Debat Bertema oleh Pak Adel dan Pak Vian, Jelajah Malam oleh Pak Damar dan semua guru serta panitia.
![]() |
![]() |
Hari kedua dimulai dengan senam pagi oleh Pak Dion dan panitia, latihan Dasar Kepemimpinan oleh Pak Oki, Bu Bertha, Bu Dita, Bu Agnes dalam bentuk games kepemimpinan. Program Kerja oleh Pak Damar dan Miss Naomi selaku Pembina OSIS.
![]() |
![]() |
Bagaimanakah keseruan dan pengalaman mereka dalam mengikuti PPOM selama dua hari ini ? mari kita dengarkan pengalaman yang menarik dari beberapa orang yang yang siap bercerita dalam untaian kata.
Immanuel Mangantur, sebagai Ketua OSIS:
![]() |
“Pengalaman saya Selama masa PPOM tentunya saya bisa bilang bahwa ini adalah salah satu event favorit saya di sekolah ini. Masa PPOM ini sangat berkesan karena banyak nilai nilai sosial yang sesuai dengan prinsip OSIS yang bisa saya dapatkan selama berlangsungnya masa PPOM. Ada banyak kegiatan yang saya suka dan banyak pelajaran yang didapat. Pada hari Jumat ada banyak kegiatan dan sesi pengajaran dari Bapak/Ibu Guru. Salah satunya yang diberikan oleh Bu Agustin tentang spiritual OSIS. Yang memberikan pemahaman kepada kami bahwa sumber dari segala penyelenggaraan kegiatan dan kehidupan anggota OSIS adalah Tuhan itu sendiri.”
“Materi ini sangat berkesan bagi saya karena sangat relevan dengan kondisi sekolah sebagai sekolah Katolik. Materi yang kedua dibawakan oleh Bu Irene dan Bu Maria. Materi ini memaparkan tentang sifat Nasionalisme dalam pengurusan OSIS. Selain itu yang tidak kalah menarik adalah materi dari Pak Vian Dan Pak Adel tentang Public Speaking. Disini kami diajarkan bagaimana cara menjadi public speaker yang baik, mengingat bahwa kami, para anggota OSIS harus siap jika diminta untuk melakukannya. Setelah pengajaran, agar lebih diingat Pak Vian Dan Pak Adel pun mengadakan praktik langsung yang serupa.”
“Debat Pro dan Kontra. Menurut saya sesi ini adalah sesi terbaik pada hari itu, Karena bagaimana saya melihat jalannya debat dan bagaimana cara melaksanakannya, tentunya memberikan saya hiburan sekaligus pelajaran. Terakhir dihari itu adalah Jelajah Malam. Kegiatan yang pasti ditunggu-tunggu, entah karena menahan rasa takut dari kami sendiri ataupun ingin menguji nyali kami juga.”
“Kegiatan ini adalah salah satu yang paling sulit menurut saya karena ini menjadi penentuan untuk kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan kedepannya. Di kegiatan ini, kami berpikir untuk membuat program yang baik dan dengan penuh tanggung jawab. Setelah kegiatan terakhir ini, kami pun makan bersama terakhir di masa PPOM lalu kami pun pulang. Momen ini sangat berkesan dan bermakna bagi saya, karena saya bisa mengenal satu sama lain dengan lebih, mendapatkan pengajaran dan juga bisa mengasah kami untuk menjadi pemimpin sekolah yang baik.”
Fayola, sebagai Ketua MPK
![]() |
“Haii semuanya, saya Fayola ingin menceritakan pengalaman saya selama PPOM 25/26. Pengalaman yang paling berkesan menurut saya adalah ketika jelajah malam dan games dipagi hari, alasannya adalah ketika jelajah malam saya merasa mental saya dibentuk untuk menjadi pemimpin yang berani dan sebelum dipanggil saya juga menghilangkan rasa takut itu dengan berbincang-bincang dengan teman teman di OSIS dan MPK. Setelah saya dipanggil saya tidak takut lagi saya merasa antusias saat ingin naik ke atas, di atas saya bertemu dengan kakak panitia yang menyamar menjadi hantu. Setelah saya menjalankan misinya akhirnya saya selesai dan kembali berbincang-bincang bersama teman teman saya. Kesan saya untuk jelajah malam adalah jelajah malam itu sangat unik karena seru dan dapat membentuk anggota OSIS MPK menjadi pribadi yang pemberani.”
“Di pagi hari, kita melakukan games, awalnya saya bersama tim inti OSIS MPK namun saya dipecah ke divisi kesenian karena sepertinya mereka kekurangan anggota. Saya dan divisi kesenian melakukannya dengan sangat baik sehingga kami dapat memenangkan 3 dari 4 permainan, ada juga permainan yang menggunakan air, di permainan tersebut tentu saja akan basah namun itu sangat seru dan menyenangkan. Setelah saya selesai games, saya menonton tim inti yang sedang melakukan games di pos 3, setelah semua selesai kami bermain air sebentar lalu kami berfoto per-divisi mungkin sebagai kenang-kenangan ketika sudah lengser nanti. Kesan saya adalah saya bahagia ketika memainkan games-games tersebut karena dapat membangun kerjasama antar anggota divisi.”
“Intinya, ketika PPOM kemarin saya merasa senang karena merasa lebih dekat dengan teman-teman saya, dan dapat merasakan indahnya persaudaraan sejati.”
Natalie Zevanya Pangaribuan, sebagai Wakil Ketua OSIS 1:
![]() |
“Pengalaman yang paling saya senangi adalah debat. Ketika debat saya awalnya merasa takut apalagi pada saat itu saya lawan kakak panitia yang sudah sangat berpengalaman tapi saya mencoba untuk tenang dan tidak deg-deg-an agar saya bisa berbicara dengan lancar tanpa gugup. Pada saat sudah mulai debat, ternyata saya bisa dan berhasil melawan rasa takut itu. Dari debat itu saya belajar bahwa jika saya mempunyai niat untuk mencoba, melawan rasa takut, dan gugup pasti saya bisa melakukannya.”
Eleonora Karenza, Wakil Ketua OSIS 2:
![]() |
“Sesi Jelajah Malam merupakan salah satu kegiatan paling menegangkan sekaligus menyenangkan dalam rangkaian PPOM OSIS 2025. Kegiatan ini memiliki konsep seperti jurit malam, di mana peserta diminta berkeliling sekolah secara bergiliran dari lantai ke lantai untuk mencari kotak yang berisi potongan lirik Mars OSIS.”
“Namun, tantangannya tidak sesederhana itu. Suasana dibuat benar-benar mencekam seluruh lampu sekolah dimatikan, dan peserta hanya diberi satu lilin sebagai penerang. Aturan paling menegangkan adalah ketika lilin tersebut padam, peserta harus berusaha sendiri di tengah kegelapan.”
“Bayangkan, suasana sekolah yang sunyi, hanya diterangi cahaya kecil dari lilin, lalu terdengar alunan gamelan pelan dari kejauhan. Tidak jarang muncul “hantu-hantuan” buatan panitia yang tiba-tiba menampakkan diri di tangga, di belakang peserta, atau sekadar berteriak dan tertawa menyeramkan. Semua itu membuat suasana semakin menegangkan.”
“Meskipun terasa menakutkan, kegiatan ini memberikan banyak pelajaran berharga. Peserta belajar mengendalikan kepanikan, melatih keberanian untuk melangkah sendiri, serta tidak mudah menyerah meskipun dalam situasi yang menakutkan. Ada beberapa peserta yang menyerah karena ketakutan, tetapi banyak juga yang berhasil menyelesaikan tantangan hingga akhir.”
“Setelah semua selesai, suasana berubah menjadi penuh kelegaan, kebanggaan, dan tawa saat mengingat kembali reaksi masing-masing ketika ketakutan. Intinya, Jelajah Malam bukan sekadar uji nyali, melainkan juga uji mental, keberanian, dan kekompakan seluruh anggota OSIS. Seram memang, tetapi menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dan tak terlupakan.”
Joyfull, sebagai Divisi Olahraga
![]() |
“Pengalaman saya dalam mengikuti games PPOM pada pagi hari yang terbagi atas 4 pos. Saya melihat bahwa keempat pos tersebut membentuk kerja sama antar divisi dan rasa saling percaya. Menurut saya gamesnya sangat seru dan terasa sekali kerja samanya untuk menang. Di games tersebut bukan untuk mencari siapa yang menang melainkan untuk membangun sikap kepemimpinan yang harus dicontoh banyak orang di SMP Strada St. FX 1.”
“Meskipun saya dan teman-teman divisi saya tadi pagi mendapatkan sikap provokatif berlebihan tetapi di situ membuat mental divisi kami lebih terbentuk dalam menyelesaikan masalah atau tantangan. Saya berharap agar organisasi kami untuk ke depannya saling menghargai dan saling menolong. Sekian dan terima kasih.”









Anak-anak OSIS tetap semangat ya! Buat sekolah kita jadi lebih baik!