Oleh: Adel Kalibar

Debat berlangsung pada Rabu, 15 Oktober 2025 yang bertempat di aula sekolah, debat berjalan dengan panas dan penuh semangat. Masing-masing pasangan calon saling memberikan pertanyaan dan argumentasi yang baik dalam menjawab setiap pertanyaan yang datang. Secara bergantian dengan dipantu oleh moderator, masing-masing pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS saling melempar pertanyaan yang tajam berdasarkan visi dan misi yang telah mereka paparkan diawal sebelum memulai debat.

Debat dibuka langsung oleh Ibu Agustin selaku kepala SMP Strada St. Fransiskus Xaverius 1. “Tidak terasa kepengurusan OSIS yang lama yaitu Tahun Ajaran 2024/2025 sudah akan berakhir, dan sekarang akan diganti dengan kepengurusan OSIS yang baru.” Ujar Bu Agustin. “Lakukanlah debat ini dengan baik dan bersainglah secara sehat, karena kalian adalah anak-anak yang hebat calon pemimpin. Saya percaya kalian sudah mempersiapkan dengan baik.” Tambah Bu Agustin di akhir sambutannya.

Masing-masing pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS yaitu, paslon 1 Immanuel Mangatur Simamora dari kelas 8A dan Natalie Zefanya Pangaribuan dari kelas 7C. Paslon 2 yaitu, Eleonora Karenza dari kelas 8C dan Hope Lado dari kelas 7A. Paslon 1 dengan visi “Menjadikan OSIS SMP Strada St. Fransiskus Xaverius 1 sebagai organisasi yang unggul, kreatif, dan berlandaskan nilai Kristiani, sehingga menjadi teladan bagi seluruh siswa.” Sedangkan visi paslon 2 yaitu, “Mewujudkan OSIS SMP Strada St. Fransiskus Xaverius 1 yang beradab, aktif, bersih, serta penuh inovasi dan kreativitas untuk menjadikan siswa-siswi SMP Strada St. FX 1 menjadi pribadi yang ramah, berkarakter serta peduli terhadap lingkungan.”

Selain saling lempar pertanyaan serta adu gagasan yang membuat panas ruang debat, Abby moderator andal dari kelas 9C sebagai ketua MPK juga melemparkan pertanya kepada siswa-siswi lain sebagai peserta dalam debat terbuka tersebut. Pertanyaan langsung disambar oleh Fayola siswa kelas 8C dengan pertanyaan, “jika satu di antara rekan kalian dalam OSIS atau MPK tidak berkontribusi dalam kegiatan OSIS, apa yang kalian lakukan selaku ketua dan wakil ketua OSIS ?” tanya Fayola. Secara bergantian masing-masing paslon memberikan jawaban terbaik mereka. Selain Fayola, masih ada beberapa peserta debat lainnya yang juga mengajukan pertanyaan.

Pertanya juga datang dari bapak dan ibu guru yang turut hadir menyaksikan panasnya debat tersebut. “Ketika kalian melihat ada teman-teman kalian yang berpacaran di lingkungan sekolah atau diluar lingkungan sekolah menggunakan seragam sekolah apa yang akan kalian lakukan sebagai ketua dan wakil ketua OSIS?” tanya Pak Oki. Serentak pertanyaan tersebut membuat masing-masing paslon sedikit tegang, namum secara cepat dan tepat memberikan jawaban. Pertanyaan kedua dari Bu Agnes yang menyoroti tentang kebersihan lingkungan sekolah, mulai dari dalam kelas, lorong sekolah, dan lobby sekolah. Bagaiaman tindakan mereka melihat dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah?

Debat calon ketua dan wakil ketua OSIS penting dilakukan sebelum pemilihan karena beberapa alasan utama: pertama Mengenal Visi, Misi, dan Program Kerja. Debat memberikan kesempatan bagi para calon untuk mempresentasikan secara terbuka visi, misi, dan program kerja mereka kepada seluruh warga sekolah. Ini membantu pemilih (siswa) untuk memahami arah dan rencana yang akan dibawa oleh setiap pasangan calon jika terpilih.

Kedua untuk Mengukur Kualitas Kepemimpinan dan Kemampuan Berpikir Kritis Saat debat, calon diuji dalam hal: Penguasaan Materi, seberapa dalam pemahaman mereka tentang masalah sekolah dan solusi yang ditawarkan. Kemampuan Berbicara di Depan Publik, mengukur kepercayaan diri dan kejelasan dalam menyampaikan gagasan. Kemampuan Menanggapi Pertanyaan dan Kritik, menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan mendadak atau pandangan yang berbeda.

Semoga dengan diadakannya debat ini, peserta didik SMP Strada St. Fransiskus Xaverius 1 mendapatkan gambaran yang baik dalam pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS periode 2025/2026 nanti yang akan dilaksanakan pada Jumat, 17 Oktober 2025. Dengan adanya debat ini, peserta didik juga diajarkan tentang Pendidikan politik dan demokrasi di lingkungan sekolah yaitu, pentingnya partisipasi dalam memilih pemimpin, cara menilai calon berdasarkan gagasan bukan dari popularitas, dan proses demokrasi yang sehat, Di mana ide dipertaruhkan secara terbuka dan terhormat.

 

 

Sebarkan artikel ini