Oleh: Adelbertus.

Jakarta – SMP Strada St. Fansiskus Xaverus 1 terus melakukan dan memberikan pelayanan terbaik kepada warga sekolah, khususnya seluruh peserta didik dan orang tua murid atau wali murid. Sepanjang tahun terus melakukan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanannya. Apa yang sudah menjadi agenda tahunan, akan terus berjalan dan dilaksanakan dengan persiapan yang matang sehingga memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan sesuai dengan tujuan pelaksanaan setiap kegiatan.

Satu diantara kegiatan tahunan tersebut, yaitu Forum Komunikasi Orang Tua Murid (FORKOM OTM) yang setiap tahunnya dilaksanakan pada Agustus diminggu ketiga atau keempat. Tahun Pelajaran 2023/2024 ini, FORKOM OTM dilaksanaakan pada Jumat, 25 Agustus 2023 yang bertempat di aula lantai 4 SMP Strada St. Fransiskus Xaverius 1 Jalan Deli no. 20 Koja, Jakarta Utara. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama untuk kelas 7 dimulai pukul 08:00-09:00 WIB, sesi kedua untuk kelas 8 dimulai pukul 09:30-01:30 WIB, dan sesi ke ketiga untuk kelas 9 dimulai puku 11:00-12:00 WIB. FORKOM ini mengundang atau melibatkan seluruh orang tua atau wali murid kelas 7, 8, dan 9.

Sestiap sesi dibuka langsung oleh Ibu Rachmi Agustinuk S. S.Pd. selaku kepala SMP Strada St. Fransisku Xaverius 1 Jakarta Utara. Diawal, Bu Agustin menyapa langsung orang tua wali murid disetiap sesinya dengan hangat. Tak kenal maka tak sayang.

“Jika tidak mengenal maka tidak akan pernah sayang, maka saya akan memperkenalkan diri, wakil kepala sekolah, dan para wali kelas beserta tuganya masing-masing.” ujar Ibu Agustin mengawali setiap sesinya.

Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan diri Bu Agustin selaku kepala sekolah, seterusnya Ibu Anna Maria selaku wakil kepala sekolah, setelah itu para wali kelas, begitulah perkenalan disetiap sesinya. Setelah selesai perkenalan, penyampaian komitmen SMP Strada St. FX 1 masih oleh Bu Agustin, yaitu pertama SMP Strada St. FX 1 berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan Pendidikan dengan mengedepankan 5 nilai dasar perkumpulan Strada. Kedua, SMP  Strada St. FX 1 berkomitmen mendampingi peserta didik agar berkembang menjadi pribadi yang cerdas, peduli, dan berkarakter. Ketiga, SMP Strada St. FX 1 berkomitmen mendampingi peserta didik agar peduli terhadap sesama, menghargai kebersamaan, dan terpeliharannya lingkungan hidup.

Sementara itu 5 nilai dasar Strada, yaitu Pelayanan, Kejujuran, Disiplin, Kepedulian, Keunggulan. Beberapa hal lain yang penting terkait informasi umum sekolah seperti jumlah guru dan karyawan, dan jumlah keseluruhan siswa juga disampaikan oleh Bu Agustin.

Selanjutnya, yang juga menjadi inti Forum Komunikasi Orang Tua Murid ini adalah pembentukan karakter, etika, moral, dan prilaku para peserta didik. Siswa SMP mulai memasuki masa remaja, banyak hal yang memengaruhi kehidupan mereka. Dalam sesi ini Pak Damar selaku guru Bimbingngan dan Konseling (BK) menyampaikan beberapa hal penting terkait pengaruh atau hal-hal negatif  kepada orang tua wali murid. Pak Damar meminta kerja sama yang baik kepada orang tua murid demi perkembangan anak-anak agar mereka tidak berprilaku menyimpang.

“Anak-anak ini sebetulnya butuh perhatian, jika di sekolah Bapak/Ibu guru yang langsung memantau tingkah laku siswa, namun jika di rumah adalah Bapak/Ibu sebagai orang tua. Pergaulan di lingkungan sekitar, media sosial, peggunaan HP, jika di luar sekolah Bapa/Ibu harus peduli terhadap anak-anak. Berilah perhatian lebih kepada anak-anak, karena peran orang tua yang sangat penting dan utama. Jika di sekolah, sekecil apapun kesalahan atau hal yang tidak sesuai dengan etika dan moral, para guru langsung menindaklanjuti, artinya tidak ada pembiaran terlalu lama,” ujar Pak Damar dalam sesinya tentang etika dan prilaku siswa.

“Jika anak tidak mendapat perhatian dari orang tua, maka ia akan mencari di luar. Di luar sekolah, di luar rumah, bahkan bisa di luar  lingkungan tempat tinggal. Yang ditakutkan adalah berkumpul dan melakukan hal yang tidak diinginkan misalnya tauran, nongkrong dan merokok atau vape, dan lainnya. Orang tua juga harus memantau HP anak-anak dan melakukan pengecekan secara berkala. HP anak-anak jangan sampai ada yang dikunci, jika dikunci bearti ada sesuatu yang tidak boleh diketahui orang tua, HP dan media sosial sungguh berbahaya bagi anak jika tidak bijak penggunaannya,” lanjut Pak Damar dalam penjelasannya.

Pihak sekolah dan orang tua harus membangun kerja sama yang baik. Jika anak bermasalah di sekolah beberapa kali, melalui wali kelas orang tua pasti akan dipanggil ke sekolah untuk membicarakan kasus dan perkembangan anak tersebut. Orang tua dapat memaklumi dan dapat hadir di sekolah tanpa keberatan untuk datang.

Selain itu, Forkom ini juga membahas kegiatan anak di luar jam Pelajaran, yaitu ekstra kurikuler. Beberapa ekskul yang diikuti anak, misalnya olahraga (futsal dan bulu tangkis), Karya Ilmiah Remaja (KIR), paskibra, bina iman, dan musik. Pramuka merupakan ekskul wajib bagi seluruh peserta didik. Forkom ini juga membentuk komite dari orang tua wali murid, dari setiap kelas dipilih beberapa orang untuk menjadi komite antara sekolah dan orang tua murid.

Diakhir sesi untuk kelas 9 juga membahas perpisahan bagi anak-anak kelas 9 tahun pelajaran 2023/2024. Para orang tua sepakat untuk mengadakan araca perpisahan dan pelepasan siswa kelas 9. Didampingi Miss Naomi dan Pak Oki, memilih beberapa orang tua sebagai pengurus atau panitia acara tersebut yang nantinya akan bekerja sama dengan guru wali kelas 9. Beberapa siswa/siswi juga nantinya akan masuk kepanitiaan supaya mereka juga terlibat langsung. Selanjutnya akan meminta ide-ide kreatif para siswa dari kelas masing-masing untuk mengisi acara tersebut. Mereka diminta membuat suatu konsep pertunjukan dari masing-masing kelas sekreatif mungkin.

Semoga dengan adanya Forum Komunikasi Orang Tua Murid ini menjadikan hubungan antara sekolah dan orang tua terus bersinergi, dan mengembangakan nilai pelayanan yang dimiliki sekolah. Orang tua murid juga tidak sungkan untuk datang ke sekolah, dan sekolah juga akan selalu mengkomunikasikan terkait perkembangan peserta didik. Supaya tidak adanya miskomunikasi antara sekolah dan orang tua murid. Karena masa depan, moral, dan etika yang baik yang akan dimilik oleh anak tidak hanya dari sekolah, tetapi juga dari Pendidikan yang ada di rumah oleh orang tua. Maka dari itu, orang tua tetap menjadi sumber Pendidikan utama bagi anak-anaknya. Semoga***

Salam AMDG.

Sebarkan artikel ini