JAKARTA UTARA – Suasana haru dan air mata mewarnai jalannya acara resmi Pelepasan dan Perpisahan Peserta Didik Kelas 9 Tahun Ajaran 2025/2026 SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius 1 Jakarta Utara. Sebanyak 113 peserta didik resmi dilepas oleh pihak sekolah dalam sebuah upacara yang berlangsung dengan sangat rapi, khidmat, dan penuh rasa kekeluargaan. Acara ini digelar di ruang aula sekolah yang terletak di lantai 4 gedung SMP Strada FX 1.
Hadir dalam momen bersejarah ini seluruh peserta didik kelas 9 yang terbagi dalam empat rombongan belajar, yaitu kelas 9A, 9B, 9C, dan 9D. Hadir pula kepala sekolah, jajaran wakil kepala sekolah, bapak dan ibu guru, segenap karyawan sekolah, serta para orang tua atau wali murid yang setia mendampingi putra-putri mereka hingga ke gerbang kelulusan sekolah menengah pertama.
Rangkaian acara ini sejatinya telah dikemas sejak jauh-jauh hari. Tim kepanitiaan sendiri sudah dibentuk sejak awal tahun ajaran saat para siswa mulai memasuki pembelajaran di kelas 9. Panitia inti yang bergerak merupakan kolaborasi solid terdiri dari para orang tua peserta didik yang kemudian bekerja sama secara intensif dengan seluruh wali kelas 9.
Memasuki ruang aula, para hadirin disambut oleh sebuah panggung megah dan besar yang dirancang khusus untuk mengapresiasi para wisudawan. Sebuah spanduk besar dengan perpaduan warna mencolok membentang di latar panggung, memberikan semangat tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya. Di bagian tengah spanduk tersebut, terpampang tema utama acara yang mendalam“Berpisah untuk Menempuh dan Mengukir Cerita Baru”.
Prosesi Masuk ruangan
Pelaksanaan acara sengaja dikemas pada siang hari, dimulai tepat setelah pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) untuk siswa kelas 7 dan 8 berakhir. Tepat pukul 12.00 WIB, prosesi masuk ruangan perpisahan resmi dimulai. Seluruh peserta didik berbaris rapi per kelas di depan pintu masuk aula. Menempati barisan paling depan di masing-masing barisan adalah wali kelas mereka, dimulai dari barisan kelas 9A hingga kelas 9D di posisi paling belakang.
Suasana khidmat kian terasa saat barisan mulai bergerak dipimpin oleh pembawa bendera di garda terdepan. Bertindak sebagai pembawa bendera Merah Putih di sisi kanan adalah Noel, siswa kelas 8A yang juga menjabat sebagai Ketua OSIS, didampingi oleh Natalie dari kelas 7C di sisi kiri yang membawa bendera OSIS. Setelah seluruh peserta didik menempati tempat duduk masing-masing, prosesi disusul oleh masuknya Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, serta jajaran guru dan karyawan yang menempati barisan paling depan sebelah kiri. Arak-arakan megah ini dipandu dengan sangat apik oleh pasangan Master of Ceremony (MC), Pak Vian dan Bu Agnes secara formal dai atas panggung.
Yudisium dan Apresiasi Prestasi
Setelah seluruh hadirin duduk dengan rapi, acara resmi dibuka dengan doa pembuka yang dibawakan oleh Bu Emil. Semangat nasionalisme dan kebanggaan kemudian bergelora saat seluruh ruangan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Strada yang dipimpin oleh Bu Maria selaku dirigen. Acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dan penuh motivasi dari Ibu Kepala SMP Strada FX 1, Bu Agustin.
Sesi yang paling dinantikan tiba, yakni pembukaan hasil evaluasi belajar berupa pembacaan 10 besar peringkat ujian sekolah serta peringkat 1 sampai 3 dari masing-masing kelas. Penyerahan piala Asesmen Sumatif Sekolah (ASS) dan piala peringkat kelas diserahkan langsung oleh Bu Agustin didampingi oleh wali kelas masing-masing, dibantu oleh Bu Dita dan Bu Bertha sebagai pembawa baki piala. Momen ini menjadi bukti nyata kerja keras para siswa selama menempuh pendidikan di jenjang SMP.
Selanjutnya dilakukan prosesi penyerahan kembali siswa kepada orang tua murid oleh Ibu Kepala Sekolah. Sesi penyerahan ini diwakili secara simbolis oleh dua orang perwakilan siswa, yakni Tristan dan Fellis, yang naik ke panggung bersama orang tua mereka masing-masing. Langkah ini menandai dikembalikannya tanggung jawab pendampingan akademis formal setelah tiga tahun lamanya dipercayakan kepada pihak sekolah.
Puncak dari acara pelepasan adalah Yudisium. Prosesi pengalungan medali kelulusan dilakukan langsung oleh Kepala Sekolah, Bu Agustin, sementara SKL (Surat Keterangan Lulus) diserahkan oleh masing-masing wali kelas. Pada sesi ini, Bu Anna dan Bu Nungki bertugas sebagai pembawa baki medali dan dokumen. Satu demi satu, nama peserta didik dipanggil oleh MC untuk naik ke atas panggung, dimulai secara berurutan dari kelas 9A hingga kelas 9D.
Haru dan Air Mata di Sesi “Doa Seorang Anak”
Selesai prosesi yudisium, suasana aula mendadak berubah menjadi penuh emosi saat lagu Hymne Guru mulai dikumandangkan. Lagu tersebut diiringi secara langsung oleh grup band Safaxone dengan nama panggung Last Band, yang beranggotakan Zipora, Abby, dan Yohana pada vokal, Maldo pada kibor, Nael pada drum, serta Sardo dan Refano pada gitar. Sembari para peserta didik berdiri tegak di tempat duduk mereka, seluruh guru dan karyawan sekolah maju berbaris di depan panggung. Perwakilan siswa kemudian melangkah maju dan memberikan setangkai bunga kepada guru dan karyawan sebagai wujud bakti dan terima kasih.
Suasana haru semakin memuncak setelah sambutan dari perwakilan orang tua murid yang disampaikan oleh Mama Refael. Grup band sekolah kembali mengiringi pembawaan lagu bertajuk Doa Seorang Anak. Di momen inilah air mata tak lagi membendung. Seluruh peserta didik bergerak mendekati orang tua mereka masing-masing untuk memberikan bunga, memeluk erat, saling mendoakan, dan mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam serta tulus atas segala pengorbanan yang telah diberikan orang tua selama ini. Isak tangis haru menyelimuti seisi ruangan aula lantai 4 tersebut.
Keseruan Acara Perpisahan dan Penampilan Hiburan
Usai menitikkan air mata pada sesi pelepasan, acara resmi ditutup dan berlanjut ke sesi perpisahan yang dikemas lebih santai dan interaktif. Acara diawali dengan istirahat makan siang bersama. Pada sesi ini, kendali MC berganti kepada perwakilan orang tua murid yang dipandu oleh Mama Nael. Doa makan siang dipimpin oleh Theresia, siswi kelas 9D.
Guna mencairkan suasana, diadakan berbagai hiburan dari orang tua murid termasuk sesi games interaktif seperti tebak lagu dan menyambung atau melanjutkan nada lagu yang dipandu dengan sangat meriah oleh Mama Nael. Suasana kebersamaan pun kembali hangat dan dipenuhi gelak tawa.
Sesi penyampaian kesan dan pesan perwakilan tiap kelas diwakili secara bergantian oleh Felly Fesianti, Jessica, Rayza, dan Angel Huller. Mereka mengungkapkan rasa syukur, pengalaman berkesan, serta permohonan maaf kepada pihak sekolah selama masa-masa berseragam putih-biru.
Menjelang akhir acara, Last Band kembali mengguncang panggung dengan membawakan lagu bertema Sekolahku. Kemeriahan berlanjut dengan penampilan per kelas, mulai dari kelas 9A hingga 9D, di mana setiap kelas tampil ke atas panggung bersama dengan wali kelas masing-masing, menampilkan kreativitas terbaik mereka sebagai kenang-kenangan terakhir.
Sebagai persembahan penutup dari pihak sekolah, seluruh guru dan karyawan naik ke atas panggung untuk menyanyikan lagu Yang Terbaik Bagimu dari Ada Band. Penampilan ini diawali dengan pembacaan puisi yang menyentuh hati oleh Ibu Kepala Sekolah, Bu Agustin, serta disisipkan pesan-pesan indah di tengah lagu saat intro musik mengalun. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa penutup dan lagu Sayonara, menandai berakhirnya masa bakti belajar angkatan 2025/2026 di SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius 1 Jakarta Utara untuk bersiap mengukir cerita baru di jenjang berikutnya.
![]() |
![]() |


Recent Comments