Pada tanggal 20 Mei, rakyat Indonesia memperingati hari Kebangkitan Nasional yang merupakan awal mula munculnya persatuan sebagai sebuah landasan yang paling utama dalam mewujudkan cita-cita sebagai negara merdeka. Sejarah tanggal 20 Mei diperingati sebagai munculnya nasionalisme adalah karena pada tahun 1908, perjuangan rakyat Indonesia sudah bersifat moderat dengan mengutamakan persatuan atas dasar persamaan tujuan. Tepat pada tanggal 20 Mei 1908, terbentuklah sebuah organisasi pemuda pertama di Indonesia yang seolah menjadi sebuah cahaya harapan Indonesia untuk dapat segera merdeka. Hingga pada tahun 1948 di tanggal yang sama, presiden pertama Indonesia menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Tema hari Kebangkitan Nasional tahun ini adalah Bangkit dalam Optimisme Normal, mengutip kominfo RI, tema tersebut dipilih sebagai momentum bangsa Indonesia untuk bersama dan bersatu dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Selain itu tema tersebut bertujuan untuk mengajak kita semua agar bisa membiasakan diri dengan cara hidup yang baru dan tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, dengan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah, atau silahturahmi melalui panggilan video.  Meskipun segala kegiatan dilakukan di rumah, kita tetap harus memperhatikan pentingnya protokol kesehatan, dengan cara rajin mencuci tangan, menggunakan masker ketika terpaksa harus keluar dari rumah, dan menjaga jarak dengan orang lain.

Berangkat dari hari Kebangkitan Nasional dan dengan tema “Bangkit dalam Optimisme Normal”, harus diakui bahwa salah satu bidang yang berpengaruh penting adalah bidang pendidikan. Berbagai kondisi yang disebabkan Covid-19 sungguh memengaruhi proses pembelajaran dalam dunia pendidikan. Namun, pendidikan di Indonesia terus berjalan dengan berbagai usaha, pendidikan di Indonesia berusaha bangkit. Bermacam-macam cara dilakukan agar semua pihak dalam dunia pendidikan terus bekerja sama melalui perannya. Warga sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, sebagai guru, karyawan, siswa, dan orang tua murid wajib membangkitkan semangat yang mengandung optimisme dalam mengurangi kasus Covid-19 dan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya.

Banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh siswa selama melakukan isolasi mandiri di rumah. Kegiatan tersebut misalnya dengan membantu orang tua, mempelajari hal-hal baru sebagai contoh yaitu memasak menu makanan yang belum pernah dicoba sebelumnya, atau mencari tahu mengenai ilmu pengetahuan yang ada di sekitar kehidupannya.

Intinya adalah seluruh masyarakat memiliki peran penting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Kita wajib sadar bahwa pandemi ini bukanlah sebuah peristiwa sepele yang mungkin dalam pikiran kita bahwa nanti pandemi ini pasti hilang dengan sendirinya. Penyebaran Covid-19 tidak akan hilang jika kita tidak bersatu untuk memutus rantai ini. Mari kita semua bekerja sama dengan pemerintah, dan peduli terhadap sesama agar kita semua bisa kembali hidup seperti biasanya. Mulailah dari hal kecil yang berawal dari diri sendiri, dan jangan lupa untuk saling mengingatkan. Panjang umur Indonesia!

Sebarkan artikel ini