Setiap tahun, masyarakat Indonesia memperingati salah satu momen penting bidang pendidikan, yaitu Hari Pendidikan Nasional. Momen tersebut selalu diperingati pada tanggal 2 Mei yang diambil dari tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara dan ditetapkan oleh Soekarno pada tanggal 2 Mei 1959 sebagai Hari Pendidikan Nasional. Sosok yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat merupakan sosok yang dianggap sangat berjasa dalam bidang pendidikan. Setiap tanggal 2 Mei, masyarakat Indonesia mengenang kembali jasa Ki Hadjar Dewantara dalam memperjuangkan hak pendidikan rakyat Indonesia.

Selain dikenal sebagai sosok yang berjasa dalam dunia pendidikan, Ki Hadjar Dewantara juga dikenal melalui karya-karyanya yang tak dibunuh zaman. Banyak karyanya yang menjadi kutipan bermakna dan teladan bagi dunia pendidikan bangsa ini. “Ing ngarsa sung talada, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani” yang berarti “Di depan memberi contoh, Di tengah menyemangati, Di belakang mendorong”. Kutipan beliau yang penuh makna nan bersejarah itu dipakai dan menjadi tonggak dasar dunia pendidikan dari dulu hingga sekarang.

 

 

Selain itu, ada juga kutipan beliau yang sangat menarik, “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang adalah guru”. Kutipan tersebut sungguh berlipat ganda manfaatnya jika dikaitkan dengan kondisi bangsa kita sekarang. Bangsa kita tengah berada dalam situasi pandemi COVID-19 yang sungguh berpengaruh dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya dunia pendidikan. Harus diakui bahwa tahun ini, peringatan Hari Pendididkan Nasional memang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Berangkat dari kutipan “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang adalah guru”, bila dikaitkan dengan situasi pandemi saat ini, sesungguhnya perlu disadari bahwa situasi ini membawa wawasan dan pengalaman baru bagi guru, murid dan orang tua. Proses pembelajaran yang awalnya terjadi di sekolah, sekarang dapat dilakukan di mana saja, tidak harus berada di dalam kelas atau sekolah. Begitu pula dengan orang yang mengajar, sekarang orang yang mengajar bukan hanya guru, namun orang tua turut mengambil andil yang besar sebagai pendidik yang bisa mendampingi anak secara langsung di keadaan yang memaksa dilaksanakannya pembelajaran jarak jauh.

Sejalan dengan pernyataan di atas, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, dalam upacara bendera memperingati Hardiknas 2020 mengatakan bahwa guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja. Beliau juga menambahkan bahwa diperlukan kolaborasi yang bijak antara guru, peserta didik, serta orang tua murid untuk menumbuhkan sistem pendidikan yang efektif dan bermanfaat.

(Sumber: Kompas.com edisi Sabtu 2 Mei 2020)

   

Pernyataan Mendikbud sangat sejalan dengan kutipan Ki Hadjar Dewantara, dengan adanya pandemi saat ini, tenaga pendidik di Indonesia terus berupaya untuk menjalankan sistem pendidikan yang baik dengan melalui online/daring. Maka dari itu agar pengetahuan tidak mati, guru, peserta didik, dan orang tua harus bekerja sama agar rumah bisa menjadi sekolah bagi peserta didik, dengan guru yang berperan langsung adalah orang tua, dan arahan materi yang disampaikan oleh guru melalui jarak jauh.

Harapannya, tidak hanya dalam kondisi sekarang kita menjadikan setiap tempat sebagai sekolah dan setiap orang sebagai guru, tetapi secara terus-menerus anak bangsa harus bisa meningkatkan wawasannya melalui berbagai kesempatan belajar yang ada. Apapun kondisinya, untuk seluruh anak bangsa di luar sana, harus semangat dan terus belajar, tetap jaga kesehatan karena kalian adalah penerus bangsa Indonesia. Semoga kita semua senantiasa dilindungi Tuhan Yang Maha Esa.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, salam AMDG!

Sebarkan artikel ini